Senin, 19 Maret 2012

Rizki Slamet di Museum


Pedagang Makanan Kecil di Museum Kalbar


Di Sekitar Area Museum Kalbar menjadi tempat berdagang Slamet setiap hari. Dengan hanya memarkirkan gerobak dagangannya, Slamet menunggu pengunjung museum yang membeli barang dagangannya. Hal ini dilakukannya untuk bertahan hidup.

Pontianak – Museum Kalimantan Barat merupakan satu di antara tempat yang sering dikunjungi orang. Hampir setiap hari ada saja pengunjung museum. Orang yang berkunung ke tempat penyimpanan benda-benda bersejarah ini datang dari dalam maupun luar kota Pontianak. Tidak hanya dikunjungi karena ingin melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti kegiatan sanggar, teater, organisasi, dan lain-lain.

Keramaian Museum Kalbar rupanya dimanfaatkan oleh Pak Slamet, seorang pedagang makanan kecil untuk berjualan.

“Saya memang biasa berjualan di sini. Hampir setiap hari saya berdagang di sini, terutama pada waktu-waktu pengunjung lagi ramai.” tutur Slamet saat ditemui Selasa lalu (13/3/2012)

Hanya dengan bermodal gerobak dorong, Slamet berjualan beraneka ragam makanan kecil. Gerobak Pak Slamet diparkir di area sekitar museum, dan dia pun menunggu para pengunjung yang ingin membeli dagangannya.

Menurut keterangan Pak Slamet, keuntungan yang diperolehnya rata-rata perhari sekitar Rp50.000,-. “Ya, dari pada saya harus mencuri atau menjual narkoba, lebih baik saya jualan seperti ini, halal dan makan hasilnya juga berkah,” Ujar Pak Slamet seraya tersenyum.

Pak Slamet juga menuturkan bahwa tidak jarang dia mendapatkan keutungan yang relatif kecil, bahkan tidak dapat sama sekali.

Pak Slamet dengan seriusnya bercerita “Untuk bertahan hidup, saya rela mendorong gerobak saya dari rumah saya di Kota Baru ke sini. Bagi saya tidak ada kata letih apalagi malu. Ya, sekali lagi untuk bertahan hidup. Kalau tidak saya yang mencari rizki untuk keluarga dengan cara berjualan seperti ini, siapa lagi yang akan melakukannya. Anak saya empat, Alhamdulillah semuanya sekolah. Satu anak saya tahun lalu baru tamat SMA. Saya ingin sekali menguliahkannya, tetapi belum ada cukup biaya, saya akan coba kerja keras agar dia bisa kuliah.

Pak Slamet sempat berpesan kepada generasi muda, khusunya yang ada di Kota Pontianak untuk selalu giat belajar demi mencapai cita-cita. Opti-mis dalam hidup, jangan menyerah dan teruslah berjuang. (Ran)





Penulis: Abdul Rani (F11409024)

Bina Mulia Akui Ketangguhan Tunas Bangsa 30-34

Final Basket Perbasi Tingkat SD


Final pertandingan basket tingkat SD yang mempertemukan SD Bina Mulia dan SD Tunas Bangsa berlangsung pada Sabtu sore kemarin di gedung olahraga Perbasi Pontianak. Pertandingan yang berlangsung sangat seru dan menegangkan ini berhasil dimenangkan oleh SD Tunas Bangas karena kegesitan mereka menghadapi SD Bina Mulia.

Pontianak – Akhirnya Tim Bola Basket SD Bina Mulia harus berlapang dada mengakui ketangguhan dari Tim Bola Basket SD Tunas Bangsa. Kedua SD yang cukup familiar ini bertemu di final dalam ajang tahunan Perbasi Pontianak.

Dua tim ini memang merupakan tim bola basket tingkat SD yang terbaik setelah mengalahkan lawan-lawannya di semi final. Tim Basket SD Bina Mulia mengalahkan Tim Basket SD Imanuel sedangkan Tim Basket SD Tunas Bangsa berhasil menundukkan Tim basket SD Suster.

Awalnya, Tim Bola Basket Tunas Bangsa dan Bina Mulia saling kejar-kejaran poin. Kedua tim ini mempunyai kekuatan yang bisa dibilang hampir imbang. Hal ini menjadikan pertandingan bola basket berlangsung sangat sengit.

Masing-masing tim tidak mau kalah. Mengejar bola, merebut bola, shooting mewarnai pertandingan di sore hari menjelang malam itu.

Pendukung dari masing-masing tim pun tak mau kalah. Mereka semua ambil bagian dalam mendukung timnya. Bersorak, berteriak, serentak menya-nyikan yel-yel dilakukan para pendukung demi membangkitkan semangat para pemain. Para pemain yang terlihat letih ‘ber-tarung’ di lapangan seke-tika menjadi bergairah dan bersemangat ketika mende-ngar antusias para pendu-kungnya.

Setiap kali bola ber-hasil bersarang di ring bas-ket Tim Bola Basket SD Bina Mulia, maka pendu-kung Tim Bola Basket SD Tunas Bangsa bersorak kegirangan. Hal demikian juga turut terjadi pada pendukung Tim Bola Basket SD Bina Mulia ketika Sugondo dan kawan-kawan berhasil memasukkan bola ke ring basket Tim Basket SD Tunas Bangsa.

Banyaknya kesalahan yang dilakukan Tim Bola Basket SD Bina Mulia yang kemudian dibuahi pinalti serta kegesitan para pemain dari Tim Basket Tunas Bangsa mengharuskan Tim Basket SD Bina Mulia puas menduduki posisi Runer Up dalam Pertandingan Basket tingkat SD Perbasi tahun ini. Skor akhir sangat ketat, yaitu 34-30 untuk kemenangan Tim Basket SD Tunas Bangsa.

Sir Erik, Pelatih Tim Basket SD Bina Mulia sangat bangga dengan ‘anak-anak asuhnya’. ”Mereka sudah menampilkan yang terbaik, kita terima hasil ini, kita serahkan semua pada wasit yang mengawal pertandingan ini” begitu tuturnya. Dia menambahkan bahwa pertandingan ini sangat bermanfaat untuk diikuti, pertandingan basket ini sebagai ajang kami mencari bibit-bibit pemain basket handal sejak dini dan dapat memotivasi anak-anak yang lain untuk dapat menyenangi olah raga basket. (Ran)



Penulis: Abdul Rani (F11409024)