Di Sekitar Area Museum Kalbar menjadi tempat berdagang Slamet setiap hari. Dengan hanya memarkirkan gerobak dagangannya, Slamet menunggu pengunjung museum yang membeli barang dagangannya. Hal ini dilakukannya untuk bertahan hidup.
Pontianak – Museum Kalimantan Barat merupakan satu di antara tempat yang sering dikunjungi orang. Hampir setiap hari ada saja pengunjung museum. Orang yang berkunung ke tempat penyimpanan benda-benda bersejarah ini datang dari dalam maupun luar kota Pontianak. Tidak hanya dikunjungi karena ingin melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga untuk melakukan aktivitas lainnya, seperti kegiatan sanggar, teater, organisasi, dan lain-lain.
Keramaian Museum Kalbar rupanya dimanfaatkan oleh Pak Slamet, seorang pedagang makanan kecil untuk berjualan.
“Saya memang biasa berjualan di sini. Hampir setiap hari saya berdagang di sini, terutama pada waktu-waktu pengunjung lagi ramai.” tutur Slamet saat ditemui Selasa lalu (13/3/2012)
Hanya dengan bermodal gerobak dorong, Slamet berjualan beraneka ragam makanan kecil. Gerobak Pak Slamet diparkir di area sekitar museum, dan dia pun menunggu para pengunjung yang ingin membeli dagangannya.
Menurut keterangan Pak Slamet, keuntungan yang diperolehnya rata-rata perhari sekitar Rp50.000,-. “Ya, dari pada saya harus mencuri atau menjual narkoba, lebih baik saya jualan seperti ini, halal dan makan hasilnya juga berkah,” Ujar Pak Slamet seraya tersenyum.
Pak Slamet juga menuturkan bahwa tidak jarang dia mendapatkan keutungan yang relatif kecil, bahkan tidak dapat sama sekali.
Pak Slamet dengan seriusnya bercerita “Untuk bertahan hidup, saya rela mendorong gerobak saya dari rumah saya di Kota Baru ke sini. Bagi saya tidak ada kata letih apalagi malu. Ya, sekali lagi untuk bertahan hidup. Kalau tidak saya yang mencari rizki untuk keluarga dengan cara berjualan seperti ini, siapa lagi yang akan melakukannya. Anak saya empat, Alhamdulillah semuanya sekolah. Satu anak saya tahun lalu baru tamat SMA. Saya ingin sekali menguliahkannya, tetapi belum ada cukup biaya, saya akan coba kerja keras agar dia bisa kuliah.
Pak Slamet sempat berpesan kepada generasi muda, khusunya yang ada di Kota Pontianak untuk selalu giat belajar demi mencapai cita-cita. Opti-mis dalam hidup, jangan menyerah dan teruslah berjuang. (Ran)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar