Pontianak rabu(14/3), Berbicara mengenai objek wisata satu di antara objek wisata yang terdapat di daerah Pontianak adalah rumah Betang. Rumah Betang yang terletak di jalan Sutoyo yang berdampingan langsung dengan gedung perpustakan daerah dan Kapolres bagian setempat.
Saat ini rumah Betang memang telah menjadi rekomendasi bagi orang-orang untuk berkunjung apalagi terdapat momen seperti gawai dan naik dango.
Bangunan yang dibangun dengan corak dan ciri khas suku Dayak ini memang menjadi daya tarik tersendiri. Keunikan dan kekhasaan ini tentunya juga menjadi poin penting dalam menarik minat para pengunjung. Akan tetapi, hal ini tentunya perlu didukung dengan adanya perawatan dan pemeliharaan dari pihak pengelola. Menurut Yuli S.Ag yang merupakan staf di sekretariat Betang menuturkan untuk pengelolaan kebersihan di sini telah ditentukan orang yang mengurusinya jadi tidak perlu khawatir untuk masalah kebersihan. Dari pernyataan tersebut jelas terlihat kepercayaan penuh mengenai masalah kebersihan.
Terlepas dari terjaminnya kebersihan rumah Betang, di sisi lain terlihat dengan jelas bangunan rumah Betang yang tidak terpelihara dengan baik. Saat dikonfirmasi masalah tersebut kepada staf yang bertugas mengenai biaya pemeliharaan rumah Betang mengatakan bahwa untuk bagian itu telah terdapat bagiannya hanya saja ia tidak terlalu mengerti karena bukan menjadi wilayah kerjanya. Kerusakan yang terjadi memang tidak menyeluruh, hanya terlihat pada bagian belakang rumah Betang saja. Apabila dibandingkan dengan suasana yang terdapat di sisi lain yaitu pada bagian kantin terlihat dengan jelas perbedaannnya.
Kerusakan yang terjadi pada satu di antara sisi rumah Betang ini tentunya perlu mendapatkan penanganan secara penuh. Pemugaran atau renovasi dapat dilakukan untuk menjadi satu di antara jalan keluar bagi kerusakan tersebut. Seperti halnya pemugaran pada kebanyakan gedung-gedung, pemugaran pada rumah Betang juga seharusnya segera dapat dilakukan. Sehingga tuturan yang disampaikan mengenai rumah Betang yang menjadi satu di antara objek wisata dapat dibuktikan.
Penulis: Juniarti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar