Jumat, 13 April 2012

Dewan Kerajinan Nasional Daerah

Sarana Penyaluran Kerajinan Tangan Masyarakat Kalbar

Pontianak, PM- Dewan Kerajinan Nasional Daerah yang dikenal dengan Dekranasda provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu sarana bagi masyarakat Kalbar untuk menyalurkan potensinya terutama di bidang kerajinan tangan. Berbagai hasil kerajinan dari masyarakat daerah kabupaten kota di Kalbar seperti Kabupaten Pontianak, Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, dan Kota Singkawang telah ditempatkan di Dekranasda. Mulai dari hasil tenun, anyaman, dan berbagai jenis kerajinan tangan lainnya.

Keberadaan Dekranasda di tengah masyarakat Kalbar diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengumpulkan potensi masyarakat terutama masyarakat daerah terutama bidang kerajinan tangan. Pihak Dekranasda biasanya mengadakan sosialisasi di masyarakat guna untuk mengayomi dan memberi motivasi kepada masyarakat dalam bidang kerajinan tangan, dan biasanya pihak terkait terjun langsung ke lapangan guna mengetahui potensi dan hasil dari berbagai daerah kabupaten kota. Kerajinan tangan yang biasanya diminati wisatawan adalah hasil tenun dari Kabupaten Sambas. Seperti yang disampaikan oleh pengurus Dekranasda Bapak Dody Surya Wardana.

Dekranasda telah didirikan sejak tahun 90-an saat pemerintahan Presiden Suharto. Dekranasda yang sebelumnya berpusat di Jalan Zainudin Pontianak sekarang berpindah lokasi ke Jalan Ahmad Yani Pontianak komplek Museum. Ujar Dody Surya Wardana selaku pengurus Dekranasda.

Dody Surya Wardana selaku pengurus galeri Dekranasda Kalbar yang ditemui Sabtu (17/3) kemarin menyampaikan visi dan fungsi dari Dekranasada Provinsi ini. “Visi yang ingin dicapai adalah ingin mendorong, serta memotivasi masyarakat dalam meningkatkan kerajinan tangan, sedangkan fungsi keberadaan Dekranasda itu sendiri adalah untuk menggerakan masyarakat agar lebih termotivasi untuk meningkatkan dan melestarikan sumber daya alam yang ada”. Namun, Ia juga mengatakan “kesibukan masyarakat daerah yang banyak beprofesi sebagai petani membuat pasokan kerajinan tangan dari daerah terbatas sehingga hasil kerajinanpun terkadang banyak tidak terealisasi”.

Satu diantara pengunjung yang ditemui kemarin, Sabtu (17/3) saat memasuki gedung Dekranasda mengatakan bahwa gedung yang digunakan sebagai galeri pusat di Kota Pontianak ini masih terkesan seperti rumah tinggal biasa, sehingga masyarakat kurang mengetahui fungsi dan keberadaan Dekranasda di tengah masyarakat.

Dalam hasil kunjungan beberapa mahasiswa kemarin (17/3/2012) bapak Dody Surya Wardana juga berpesan agar masyarakat untuk tetap menjaga cirri khas daerah seperti kebudayaan dan adat istiadat, apalagi kerajinan tangan yang menjadi potensi bagi masyarakat lokal daerah Kalbar.


Penulis: Nini Risanti (F11109011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar