Jumat, 13 April 2012

Tugu Khatulistiwa Dipadati

Pengunjung Kecewa

PONTIANAK- Ratusan masyarakat mengunjungi Tugu Khatulistiwa Pontianak, Jumat (23/3). Mereka datang memadati kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak untuk menyaksikan peristiwa kulminasi. Namun, ada yang datang hanya memanfaatkan peringatan peristiwa kulminasi di Tugu Khatulistiwa untuk menyebarkan brosur. Pengunjung yang hadir beragam, mulai dari pengunjung dalam negeri sampai luar negeri, baik dari orang tua, pelajar, mahasiswa maupun BRIMOB.

“Hari ini adalah hari ketiga untuk peringatan fenomena titik kulminasi yang terjadi di Tugu Khatulistiwa Pontianak. Terhitung dari tanggal 21 Maret kemarin sampai hari ini, pengunjung yang hadir sudah mencapai 760 orang. Pengunjung hadir untuk menyaksikan moment kulminasi yang biasa terjadi pada tanggal 21-23 Maret. Biasanya kulminasi terjadi tepat pada pukul 11.49 WIB. Peristiwa kulminasi sebenarnya sudah terbukti pada tanggal 20 Maret kemarin, karena pada waktu itu panitia sudah melakukan uji coba kulminasi dan hasilnya terbukti dengan ditandai hilangnya bayangan botol yang diletakkan di bawah matahari. Tahun ini kulminasi terjadi lebih awal dari tahun-tahun biasanya.” Ungkap Misbar, S.H., selaku Ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

“Pada peringatan Kulminasi bulan ini banyak masyarakat yang berkunjung ke Tugu Khatulistiwa untuk menyaksiskan kulminasi. Pengunjung yang sudah hadir bukan hanya warga masyarakat Pontianak saja, tetapi pengunjung dari luar kota seperti Makassar, Bahkan ada yang datang dari Luar Negeri berkunjung ke Tugu Khatulistiwa untuk menyaksikan peristiwa kulminasi ini. Pengunjungnya pun beragam, mulai dari yang datang bersama keluarga, pelajar sekolah, Mahasiswa maupun BRIMOB. Saya sebenarnya senang dengan antusias pengunjung yang hadir untuk menyaksikan kulminasi, namun disayangkan kondisi Tugu Khatulistiwa sekarang ini masih jauh dari keadaan yang diharapkan pengunjung.” Ujar Misbar, S.H., di gedung Tugu Khatulistiwa, Jumat (23/3).

Meskipun momentnya peringatan kulminasi, ada juga pengunjung yang memanfaatkan keadaan tersebut untuk membagikan brosur di sekitar Tugu Khatulistiwa. Seperti yang dipaparkan oleh Bagus, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Untan. “Saya sebenarnya sudah tahu dengan adanya peringatan kulminasi di Tugu Khatulistiwa hari ini, oleh sebab itu saya memanfaatkan moment ini untuk berkunjung ke sini sekaligus membagi-bagikan brosur kegiatan kami. Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi kami untuk mempromosikan ke orang-orang mengenai kegiatan yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat ini. Oleh sebab itu kami datang ke sini.” Ungkap Bagus, Jumat (23/3).

Bagus juga mengatakan bahwa banyak hal yang harus dibenahi di sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak ini. “Tugu Khatulistiwa adalah aset pariwisata yang masih ramai di kunjungi di Kota Pontianak, oleh sebab itu pemerintah harus membuka mata dan bekerja untuk membenahi kondisi di sekitar Tugu Khatulistiwa ini. Jika, keadaannya mendukung, bersih, nyaman, dan tentram saya menjamin akan semakin banyak pengunjung-pengunjung yang datang ke sini. Apa lagi jika, dibangun sebuah bioskop di sekitarnya yang berfungsi untuk menayangkan film-film documenter yang berkaitan dengan kisah Kota Pontianak. Jika kondisi Tugu Khatulistiwa seperti itu, pasti akan menimbulkan multiplayer effect.” Ujar Bagus sambil tersenyum.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua UPTD Misbar, S.H.. “Saya menginginkan kondisi lingkungan Tugu Khatulistiwa ini bersih dan banyak fasilitas-fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Semoga saja pemerintah tidak menutup mata untuk hal ini. Mengingat pentingnya memelihara dan melestarikan aset Kota Pontianak ini sendiri. Satu di antara wujud konkrit perhatian pemerintah terhadap aset ini adalah, rencananya akan dibangun tribun di sekitar Tugu.” Tuturnya. (slmt)


Penulis: Slamet Riki Haryadi (F11109015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar