Minggu, 15 April 2012

Dekranasda Pusat Kerajinan Khas Kalimantan Barat

PONTIANAK, PM – Dewan Kerajinanan Nasional atau yang biasa dikenal dengan singkatan Dekranasda yang terletak di kompleks Museum, jalan A. Yani, Pontianak adalah sebuah tempat yang mengoleksi sekaligus menjual barang-barang kerajinan khas Kalimantan Barat. Hal itu diungkapkan Dody Surya Wardaya selaku Pengurus Dekranasda saat ditemui Sabtu (17/3). Beliau juga mengungkapkan, Dekranasda Pontianak telah berdiri sekitar tahun 1989-1990, dan meresmikan gedung yang saat ini ditempati pada tanggal 5 Februari 2010. Lalu beliau juga mengatakan, “Dekranasda hadir karena munculnya rasa keberadaan ‘industri’ kerajinan sebagai suatu wahana pemerataan pendapatan, penciptaan usaha baru serta upaya pelestarian hasil budaya bangsa” tandasnya.

Kerajinan yang dijual dan dikoleksi di Dekranasda menurut Dody semuanya dibuat langsung dari pengrajin tempat kerajinan tersebut berasal. Kerajinan-kerajinan tersebut seperti, kerajinan Mandau yang berasal dari Kabupaten Melawi; Ayaman Pandan yang berasal dari beberapa Kabupaten di Kalimanta Barat, satu diantaranya Kabupaten Sambas; kerajianan Manik-manik yang berasal dari daerah Kapuas Hulu; Tenun Songket yang berasal dari Kabupaten Sambas; Tenun Ikat yang berasal dari Sintang dan Kapuas Hulu; Anyaman Akar Keladi yang berasal dari Pontianak dan Kubu Raya; kerajinan Keramik yang berasal dari Singkawang, Tenun Corak Insang yang berasal dari Kota Pontianak; kerajianan Anyaman Bambu dan Rotan yang dihasilkan oleh daerah Sanggau, Kapuas Hulu, Sintang, Landak, dan Bengkayang; Tudung Saji yang berasal dari Kabupaten Landak; serta Ukiran Kayu yang dihasilkan oleh daerah Kapuas Hulu, Landak, Bengkayang, dan Melawi.

Dody juga mengungkapkan, kerajinan yang banyak diminati oleh wisatawan adalah kerajinan Tenun. “di antara kerajinan-kerajinan yang banyak dijual di sini, Tenun yang banyak diminati wisatawan” ungkapnya.

Harga Kerajinan yang dijual di Dekranasda juga bervariasi. Menurut Dody saat ditanyakan hal tersebut, harga kerajinan-kerajianan tangan yang dijual berkisaran dari ribuan hingga jutaan rupiah. Seperti gantungan kunci yang dijual dengan harga Rp 3.500, 00 serta yang paling mahal baju yang terbuat dari kain Tenun yang dijual dengan harga Rp 4.000.000,00.

Satu di antara pengunjung yang ditemui pada hari itu mengungkapkan, “barang-barang kerajianan yang dijual di Dekranasda ini benar-benar menunjukkan kekhasan Kalimantan Barat, dan kita juga bisa langsung tahu kerajinan-kerajianan tersebut berasal dari mana, karena di setiap barang-barangnya diberi label tempat kerajinan tersebut berasal. Harga yang dipatok di sini juga sesuai dengan kerajinan yang dihasilkan” ungkapnya


Penulis: Ajeng Mega Listia. R (F11109013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar