Menjangkau Daerah- Daerah Terpencil
Apa yang kita pikirkan ketika mendengar atau bahkan melihat kata rela berkorban? Menjawab dengan gamblang berkorban itu hal yang sangat mulia apabila dilakukan, atau dengan perkataan lain mengatakan berkorban itu kita rela memberikan hal yang terbaik dalam hidup kita bagi kepentingan orang lain. Betapa sangat manis sekali apabila kita mendapat pernyataan yang sedemikian rupa, sungguh merupakan hal yang sangat diidamkan oleh banyak orang. Akan tetapi bagaimana dengan praktiknya? Sudahkah terlaksana dengan baik, sangat baik, belum, atau malah tidak sama sekali?
Masih teringat dengan jelas ketika pemerintah mengobarkan tentang peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Apabila boleh menarik undur waktu, hal ini telah diperdengarkan ketika seorang siswa duduk di bangku SMA hingga sekarang ia duduk di bangku perguruan tinggi. Ya, rentang waktu yang cukup lama untuk merealisasikan apa yang telah disosialisasikan. Menjadi pertanyaan, sudahkah hal tersebut tercapai?mungkin terlalu awal untuk kita menyimpulkan akan tetapi marilah kita melihat beberapa hal yang mungkin berpengaruh terhadap hal tersebut.
Guru, engkau pahlawan tanpa tanda jasa. Suatu ungkapan yang menyatakan betapa sangat mulianya pekerjaan yang dilakukan oleh seorang guru dalam mendidik anak-anak bangsa menjadi bangsa yang cerdas. Selayaknya, sedemikian rupa seperti ungkapan yang diberikan kepada guru hendaknya sikap yang dimiliki oleh guru-guru saat ini. Hal ini tentu bertolak belakang dengan beberapa kenyataan yang menyatakan banyak di antara guru seringkali berpikir dua kali untuk mengabdi kepada masyarakat. Mengapa? Tentu saja banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka.
Lokasi sekolah yang jauh dan terpencil seringkali membuat mereka pesimis untuk mencerdaskan bangsa ini secara merata. Lihatlah dan dengarkan, bagaimana kondisi sekolah-sekolah di sekitar daerah terpencil saat ini. Apabila ingin membagikan apa yang telah kita perhatikan selama ini masih sangat sedikit guru-guru yang mau terbeban untuk datang dan menjadi guru yang baik di tempat-tempat terpencil. Kalaupun hal ini telah terjadi, seharusnya hal itu menjadi motivasi bagi guru-guru yang lainnya untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.
Bagaimana agar dapat mewujudkan hal ini, satu di antara cara yang dapat dilakukan adalah tumbuhkan rasa rela berkorban di dalam hati. Ketika kita melihat penderitaan yang dialami oleh anak-anak dan sekolah di daerah-daerah terpencil selayaknya timbul dorongan untuk membantu mereka dengan apa yang kita miliki.
Wahai para guru, atau bahkan para calon guru di masa yang akan datang. Lihat dan dengarkanlah kondisi pendidikan di sekitarmu saat ini. Mari tumbuhkanlah semangat rela berkorban agar mutu pendidikan di Indonesia semakin menigkat ke arah yang lebih baik.
Penulis: Juniarti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar