Jumat, 13 April 2012

Keadaan Rumah Melayu

PONTIANAK. “Rumah Melayu di Pontianak, Kalimantan Barat diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada tanggal 9 November 2005. Pembangunan rumah tersebut memakan waktu lebih dari 2 tahun sejak ditancapkannya tiang pertama oleh Usman Ja’far, Gubernur Kalimantan Barat saat itu,” ujar Mila (30) satu di antara staf Rumah Melayu.

Mila mengatakan bahwa Rumah Melayu dibangun diatas lahan seluas 1,4 hektar yang terletak di Jl. Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat. Rumah ini terdiri dari 7 bagian bangunan, yaitu: Balairung (tempat pameran dan pertemuan), Balai Kerja (sekretariat pertemuan), Balai Rakyat (taman bermain dan kios penjualan), Balai Pustaka (tempat kajian budaya dan perpustakaan), Balai Budaya (ruang pertemuan, sanggar tertutup dan ruang pengelola), Panggung Terbuka (ruang persidangan dan gudang), serta Pesanggrahan (penginapan, pertemuan, klinik kesehatan, dan tempat pelatihan).

“Rumah Melayu memiliki sepuluh orang petugas yang terdiri dari tujuh orang staf pengurus dan tiga orang staf keamanan. Rumah ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti resepsi pernikahan, halal bihalal, perpisahan sekolah, acara seminar dan lain-lain. Untuk acara seperti dipaparkan tersebut penyewaan gedung rumah melayu senilai enam juta rupiah pada hari Senin-Jumat, sedangkan pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur senilai tujuh juta rupiah, “ujar wanita berjilbab itu.

Selanjutnya wanita itu mengatakan bahwa akan ada pembangunan sebuah museum melayu, kantin (kedai melayu) yang menyajikan makanan khas melayu dan dilengkapi dengan Wifi Hotspot sebelah kiri gedung ini.


Penulis: Novitasari (F11109028)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar