PONTIANAK, PM – Kulminasi adalah hari ketika matahari tepat berada di wilayah Khatulistiwa. Kulminasi terjadi 2 kali dalam setahun, dan setiap terjadinya Kulminasi biasanya banyak acara yang diadakan. Peristiwa Kulminasi ini dapat langsung dilihat di Tugu Khatulistiwa Pontianak. Misbar, S.H. selaku kepala UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) mengatakan, peristiwa Kulminasi adalah peristiwa langka dan indah yang terjadi 2 kali dalam setahun. “Kulminasi hadir 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Kulminasi merupakan peristiwa alam yang langka dan indah. Kulminasi tidak hanya terjadi di Kalimantan Barat, tetapi juga terjadi di Kalimantan Tengah. Kulminasi adalah peristiwa di mana matahari pas di atas garis Khatulistiwa” tandasnya.
Jumat kemarin (23/3) hari ketiga terjadinya Kulminasi, tetapi tidak ada satupun acara yang diadakan seperti yang biasanya dilakukan. Acara untuk menyambut Kulminasi yang disebut “Pesona Kulminasi” ini urung diadakan pada hari Jumat kemarin, dan pada hari pertama saat peristiwa Kulminasi itu sudah terjadi. Menurut Misbar acara yang dinamakan “Pesona Kulminasi” tidak diadakan karena adanya ultimatum dari Walikota. “alasan tahun ini tidak diadakan karena para pelajar Pontianak sedang fokus pada UAS dan mempersiapkan UAN, maka dari itu Walikota member ultimatum agar tidak menyelenggarakan events yang dapat menarik massa dalam waktu dekat-dekat ini.”
Lalu, Misbar selaku kepala UPTD juga berpendapat mengenai tidak diadakannya Pesona Kulminasi ini. Beliau berpendapat, apabila diadakan acara ceremonial, pastinya tahun ini bisa lebih meningkat wisatawannya.
Beliau juga menambahkan, acara yang bertajuk “Pesona Kulminasi” ini sudah berlangsung sejak tahun 2002 yang lalu. Biasanya acara tersebut diisi dengan tarian 3 etnis, bazzar, kuliner, dan lain-lain.
Akibat tidak diadakan Pesona Kulminasi ini, serta banyaknya pengunjung yang tidak tahu ultimatum Walikota yang membuat acara tersebut tidak diadakan, membuat beberapa pengunjung merasa pemerintah kurang perhatian akan hal ini. Yulianus dari Makassar selaku pengunjung pada hari itu mengungkapkan, “saya sudah dua kali datang ke sini untuk melihat peristiwa Kulminasi ini, saya pertama kali datang pada bulan September tahun lalu. Tahun ini benar-benar beda, tidak ada satu pun acara yang diadakan, padahal tahun kemarin ada acara ceremonial yang diadakan. Saya merasa sepertinya pemerintah tidak peduli, padahal Kulminasi ini adalah fenomena alam yang jarang terjadi” tandasnya.
Rini yang juga selaku pengunjung pada hari itu mengatakan, “saya baru kali ini datang ke sini, dan saya merasa pemerintah kurang inisiatif dan respon terhadap peristiwa Kulminasi ini. Padahal hal ini dapat mendatangkan pemasukkan yang besar bagi kota Pontianak sendiri.
Penulis: Ajeng Mega Listia. R (F11109013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar