Rabu, 18 Juli 2012

Gawai Dayak XXVII

Penulis: Evi Marianti (F11409043)
Festival Busana Anak di Rumah Betang
            Pekan Gawai Dayak merupakan acara yang dipusatkan di Rumah Betang, Jalan Sutoyo, Kota Pontianak. Gawai dayak yang ke27 itu berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 20—25 Mei. Pada acara tersebut banyak diadakan kegiatan seperti lomba atau festival. Satu di antara kegiatan dalam acara pekan gawai dayak, yaitu fesival busana anak.
Festival Busana Anak diadakan  pada hari ketiga gawai dayak, yakni pada hari selasa (22/05). Sesuai jadwal yang tertera di spanduk merah berukuran raksasa yang menempel di tembok, seharusnya festival busana anak tersebut  diadak pada pukul 15.00, namun karena sedikit masalah maka festival pun dimundur dan bisa dilaksanakan pada pukul 16.15 Wiba. “Mohon maaf saya ucapkan, mewakili seluruh panitia atas tertundanya perlombaan busana anak. Sehingga yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 15.00 menjadi pukul 16.15” jelas seorang panitia dengan mengguanakan mike sesaat sebelum dua orang anak membawakan acara tersebut. Selain itu, panitia juga menghimbau agar selain wartawan dari Ruai TV  masyarakat tidak deperkenankan memasuki  area yang sudah dipagari oleh pembatas yang terbuat dari kayu dan tali untuk memfoto.  
            Festival busana anak terbagi dalam empat kategori, yaitu kategori A, B, C, dan D. Anak-anak yang mengikuti festival tersebut dibagi berdasarkan usia atau kelas karena yang mengikuti festival mulai anak TK sampai kelas enam SD. Jelas Herku, seorang mahasiswa semester enam Fakultas Ekonomi Untan yang keponakan juga mengikuti festival tersebut. Maria Lystia Trixie keponakan Herku yang bersekolah di SD Bruder Nusa Indah itu mengaku bahwa
            Cuaca mendung yang diiringi langit yang seolah ingin menangis itu tak menyurutkan masyarakat serta ibu-ibu untuk menyaksikan anak mereka tampil. Peserta pun melenggak-lenggok di pelataran rumah betang, bak seorang model profesional yang sedang bergaya di atas catwalk. Meski pun awan hitam sudah berubah menjadi tetesan air seperti kristal bening yang jatuh satu persatu namun tak menyurutkan hati Aci untuk menyasikan penampilan  anaknya Reva. “Bagaimana pun saya harus memberi suport pada anak saya, apalagi dia masih sangat kecil” ungkap Aci dengan wajah cemas. Untunglah gerimis tidak berlangsung lama sehingga acara dapat berjalan lancar.
            Keramaian di rumah betang tersebut juga dimanfaatkan oleh banyak masyarakat. Terlihat banyak tenda-tenda  pedagang yang  mengais rezeki. Selain itu juga ada promosi dari kosmetik QL yang membagikan produknya secara gratis. Produk yang dibagikan oleh pasukan berseragam merah tersebut jenisnya bermacam-macam, mulai dari maskara dan elinier, juga ada cream pemutih khusus untuk tubuh. “permisi mbak, kami mau membagikan cosmetik QL, ini dalam rangka promosi kalau mbak mau beli dapat membeli di toko-toko kosmetik dan di supermarkat seperti mintra anda, garuda mitra, mitra mart dll” jelas seorang wanita yang membawa tas penuh berisi produk QL itu.
.
Penulis: Evi Marianti (F11409043)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar