Penulis: Evi Marianti (F11409043)
Festival
Busana Anak di Rumah Betang
Pekan
Gawai Dayak merupakan acara yang dipusatkan di Rumah Betang, Jalan Sutoyo, Kota
Pontianak. Gawai dayak yang ke27 itu berlangsung selama sepekan, mulai dari
tanggal 20—25 Mei. Pada acara tersebut banyak diadakan kegiatan seperti lomba
atau festival. Satu di antara kegiatan dalam acara pekan gawai dayak, yaitu
fesival busana anak.
Festival Busana
Anak diadakan pada hari ketiga gawai
dayak, yakni pada hari selasa (22/05). Sesuai jadwal yang tertera di spanduk
merah berukuran raksasa yang menempel di tembok, seharusnya festival busana
anak tersebut diadak pada pukul 15.00,
namun karena sedikit masalah maka festival pun dimundur dan bisa dilaksanakan
pada pukul 16.15 Wiba. “Mohon maaf saya ucapkan, mewakili seluruh panitia atas
tertundanya perlombaan busana anak. Sehingga yang seharusnya dilaksanakan pada
pukul 15.00 menjadi pukul 16.15” jelas seorang panitia dengan mengguanakan mike
sesaat sebelum dua orang anak membawakan acara tersebut. Selain itu, panitia
juga menghimbau agar selain wartawan dari Ruai TV masyarakat tidak deperkenankan memasuki area yang sudah dipagari oleh pembatas yang
terbuat dari kayu dan tali untuk memfoto.
Festival
busana anak terbagi dalam empat kategori, yaitu kategori A, B, C, dan D.
Anak-anak yang mengikuti festival tersebut dibagi berdasarkan usia atau kelas
karena yang mengikuti festival mulai anak TK sampai kelas enam SD. Jelas Herku,
seorang mahasiswa semester enam Fakultas Ekonomi Untan yang keponakan juga
mengikuti festival tersebut. Maria Lystia Trixie keponakan Herku yang
bersekolah di SD Bruder Nusa Indah itu mengaku bahwa
Cuaca
mendung yang diiringi langit yang seolah ingin menangis itu tak menyurutkan
masyarakat serta ibu-ibu untuk menyaksikan anak mereka tampil. Peserta pun
melenggak-lenggok di pelataran rumah betang, bak seorang model profesional yang
sedang bergaya di atas catwalk. Meski pun awan hitam sudah berubah menjadi
tetesan air seperti kristal bening yang jatuh satu persatu namun tak
menyurutkan hati Aci untuk menyasikan penampilan anaknya Reva. “Bagaimana pun saya harus
memberi suport pada anak saya, apalagi dia masih sangat kecil” ungkap Aci
dengan wajah cemas. Untunglah gerimis tidak berlangsung lama sehingga acara dapat
berjalan lancar.
Keramaian
di rumah betang tersebut juga dimanfaatkan oleh banyak masyarakat. Terlihat
banyak tenda-tenda pedagang yang mengais rezeki. Selain itu juga ada promosi
dari kosmetik QL yang membagikan produknya secara gratis. Produk yang dibagikan
oleh pasukan berseragam merah tersebut jenisnya bermacam-macam, mulai dari
maskara dan elinier, juga ada cream pemutih khusus untuk tubuh. “permisi mbak,
kami mau membagikan cosmetik QL, ini dalam rangka promosi kalau mbak mau beli
dapat membeli di toko-toko kosmetik dan di supermarkat seperti mintra anda,
garuda mitra, mitra mart dll” jelas seorang wanita yang membawa tas penuh
berisi produk QL itu.
.
Penulis: Evi Marianti (F11409043)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar