Rabu, 18 Juli 2012

R.M SITI FATIMAH

Si Gosong Nan Berminyak
PONTIANAK.  Bagi masyarakat Kota Pontianak, nama rumah makan ini sudah tidak asing lagi di telinga. Rumah makan itu bernama Siti Fatimah. Rumah makan ini terkenal karena menu spesialnya, nasi goreng yang agak gosong dan berminyak. Ya, rumah makan Siti Fatimah sudah memiliki citra tersendiri, bagi penikmat nasi goreng. Dari sanalah, cita rasa itu dibentuk dan dipertahankan.
Sejatinya, rumah makan Siti Fatimah yang terletak di daerah Sui. Jawi Gg. Gunung Sahari ini tidak hanya menjual nasi goreng. Rumah makan ini juga menjual mie goreng, mie rebus dan soto ayam. Namun, nasi goreng yang menjadi ciri dan andalan rumah makan ini. Rasa nasi gorengnya agak aneh, nasinya seperti agak gosong dan berminyak, ditambah irisan ayam dan potongan mentimun.
Bagi pecinta rasa pedas dapat memesan dibuatkan dengan rasa pedas. Dapat juga ditambah dengan sambal yang disediakan  dan jangan lupa tambah kecap manis. Rasanya pasti akan membuat lidah bergoyang, wajah memerah, hujan keringat dan yang pasti rasanya akan lebih sempurna. Selain itu, nasi goreng juga dapat ditambah hati atau ampela’(ayam) bagi yang suka.
Meskipun banyak jenis minuman yang disediakan, seperti es jeruk besar atau kecil, extrajoss, teh botol, dan air mineral. Namun yang menjadi minuman yang paling setia menemani nasi goreng tersebut adalah es the manis.
Tidak hanya hanya jenis makanan dan minuman yang bervariasi. Harga makanannya juga bervariasi sesuai ukuran porsi yang kita pesan, mulai dari setengah hingga yang jumo. Setengah porsi ditawarkan dengan harga Rp 5000,dan porsi biasa  Rp 9000, sedangkan yang porsi jumbo seharga 12000.
Menurut keterangan pelayan di sana, Pertama kali jualan, satu piring nasi goreng seharga Rp 1.500. Seiring berjalannya waktu, harga nasi goreng naik menjadi Rp 2000, Rp 3000, Rp 7000, dan terakhir Rp 9000. Meskipun sudah mengalami kenaikkan berkali-kali namun nasi goreng Siti Fatimah tidak kehilangan penggemar setianya.
Biasanya pengunjung rumah makan akan ramai selepas maghrib hingga pukul 21.00. Menyantap nasi goreng, memang terasa lezat pada malam hari. Dinginnya malam, membuat nasi goreng lebih gurih dan nikmat. Namun, bila kondisi hujan tentu saja akan lain jadinya. Menurut seorang pengunjung, Hany “Sempatnya memang malam, jadi sekalian saja makan malam tapi memang lebih enak sih apa lagi kalau perut lagi keroncngan, namun tidak dipungkiri rasa nasi goreng di sini memang T.O.P B.G.T” tutur mahasiswa semester enam jurusan PKn itu.
Selain itu, saat yang paling antri dan membuat pelayan di sana kewalahan, yaitu saat detik-detik buka puasa pada bulan ramadhan. Pengunjung di sana benar-benar membludak seperti sedang ada hajatan.
Bagi anda penggemar nasi goreng dapat mencoba kuliner yang satu ini. Rumah Makan Siti Fatimah sudah banyak membuka cabang. Nasi goreng Siti Fatimah dapat anda kunjungi di Sui. Raya Dalam dan Jl. Podoemoro. Selain itu, juga ada rumah makan Pariha di Jl. Panglima Aim dan rumah makan Iin di Jl. Johar. Rasa nasi goreng di sana hampir mirip dengan nasi goreng Siti Fatimah.
Satu lagi keterangan untuk si gosong nan berminyak ala Siti Fatimah, yaitu pelayan di RM tersebut semuanya laki-laki. Kata Husen seorang pelayan di sana, pekerjaannya cukup menguras tenaga. Selain itu semua pelayan juga bersuku Madura, tak jarang mereka menggunakan bahasa Madura saat bekomunikasi sesama pelayan.
Penulis: Evi Marianti (F11409043)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar