Punggur—Rasa kecewa, itulah mungkin yang sedang
dirasakan oleh pasangan suami istri, Bapak Yunus dan Ibu Jamilah, saat ini.
Anak mereka yang dirawat di RSUD Sudarso
dua hari yang lalu dipulangkan lantaran sudah tidak memiliki biaya. Keluarga
yang berdomisili di Desa P. Berkat Punggur Besar ini memang berasal dari
keluarga yang kurang mampu. Jangankan untuk membiayai perawatan anaknya, untuk
biaya sehari-hari saja mereka hidup pas-pasan.
Menurut keterangan masyarakat
setempat, anak Yunus dan Jamilah yang
baru berusia dua tahun itu mengalami kelainan pada bagian syaraf kepalanya
hingga ahkirnya membesar. Melihat
kondisi anaknya yang mulai memburuk dan kepalanya kian membesar pasangan suami
istri itupun membawa anaknya ke rumah sakit dengan berbekal ASKES dan JAMKESMAS.
Pihak rumah sakitpun menyarankan agar anak mereka dirawat dan mereka dikenakan
separuh dari biaya yang seharusnya mereka bayar. Namun setelah beberapa hari
dirawat pihak RS Sudarso memulangkan anak mereka dengan alasan rumah sakit
sudah tidak dapat menanggung biaya perawatan lagi. Pihak rumah sakit pun
menyarankan agar anak bapak Yunus tersebut untuk dirawat jalan.
Beratap
daun, berdinding papan rapuh, dengan satu lampu kecil yang memberi secercah
cahaya pada malam hari. Dikala hujan turun tetesan air hujan akan menjadi teman
setia yang selalu menemani. Rumah yang terletak di tepi kali itu merupakan istana kecil Yusuf dan Jamilah.
Keluarga kecil yang hidup secara sederhana itu, kini sedang diuji ketabahannya “jangankan
untuk perawatan di rumah sakit, untuk biaya sehari-hari saja kami harus
pontang-panting cari duit dan hidup pas-pasan” ungkap Yunus. Dia benar-benar
mengharapkan ada pihak yang mau peduli dengan nasib anaknya.
Setelah
dirawat jalan ternyata kondisi anak mereka semakin memburuk. Akhirnya Yunus pun
berinisiatif untuk meminta bantuan kepada ketua RT, Dusun, Kades dan pengurs
daerah setempat. “ Seharusnya ada perhatian dari pemerintah terhadap keluarga
yang kurang mampu, khususnya dalam bidang layanan kesehatan” ucap pak Effendi, Kades Punggur Besar. Selain itu,
Mahmud selaku ketua dusun juga menambahkan “ seharusnya pihak rumah sakit tidak
langsung memulangkan begitu saja, melihat kondisi pasien yang masih harus
mendapatkan perawatan yang intensif” tukasnya. Warga setempat juga berinisiatif
untuk menyumbang seikhlasnya kepada keluarga yang sedang dihadapi cobaan
tersebut.
Penulis: Evi Marianti (F11409043)
t473u2ccasl869 dildos,vibrators,male sexy toys,Discreet Vibrators,realistic dildo,Discreet Vibrators,G-Spot Vibrators,Panty Vibrators,sex toys g662t4aizjm304
BalasHapus