Rabu, 18 Juli 2012

MONUMEN PONTIANAK

Tugu Khatulistiwa Sebagai Monumen Unik Menjadi Salah Satu Icon Wisata Kota Pontianak

Ada tugu di dalam tugu. Itulah tugu khatulistiwa, Tugu khatulistiwa atau  biasa disebut Equator Monument ini berada di Jalan Khatulistiwa.  Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Tugu Khatulistiwa Pontianak di bangun pada tahun 1928 oleh tim Exspedisi Geografi Internasional yang di pimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda. yang diiakukan secara Astronomi artinva bahwa yang mereka lakukan tanpa mempergunakan alat yang canggih seperti satelit. mereka hanya berpatokan pada Garis yang tidak rata / bergelombang serta berpatokan pada benda-benda alam seperti rasi bintang.
Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung. Daiam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan vang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederiandsch 31 Maret 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak. Pada tahun 1990-1991 dibangun Duplikat / replika Tugu Khatulistiwa serta bangunan pelindung yang di bangun secara permanent berbentuk Kubah dan di resmikan pada tanggal 21 September 1991 Oleh Gubernur Kalbar Parjoko Suryo Kusumo.
Tugu Khatulistiwa yang asli terbuat dari kayu besi terdiri dari empat tonggak yang mana 2 buah tonggak bagian depan dengan tinggi 3,05 meter dan 2 buah tonggak bagian belakang dengan tinggi 4,40 meter dari permukaan tanah.

Keterangan symbol berupa anak panan menunjukkan arah utara-selatan dengan lintang 0 derajat). Keterangan symbol berupa hal lingkaran yang bertuliskan EVENAAR artinya Khatulistiwa (Bahasa Belanda) menunjukkan belahan garis khatulistiwa atau batas utara dan selatan. Tulisan yang berada dibawah arah panah artinya garis khatulistiwa di Kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat garis bujur timur 20 menit 00 detik GMT, “jelas seorang petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak, Hamdi.
Akafendi mengatakan peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar lugu Khatulistiwa adaiah saat terjadinya titik kuiminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Dia mengatakan, pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kuiminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.
Hari kuiminasi merupakan akibat dari gerak semu matahari. Gerak semu memperlihatkan bahwa matahari seolah-olah bergerak sepanjang tahun terhadap bumi dari arah utara menuju selatan. "Pada 21 Juni, matahari berada di belahan bumi utara (dengan 23,5 derajat lintang utara). Pada 23 September, matahari berada tepat di wilayah Khatulistiwa. Pada 22 Desember, matahari berada di beiahan bumi selatan (-23,5 derajat lintang selatan). Pada 21 Maret, matahari kembaii berada di Khatulistiwa", jelas salah satu UPDT Obyek Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak, Ibu Sutami. Peristiwa titik kuiminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.
Kami sangat tertarik dan senang ketika dapat berwisata di Monumen Tugu Khatulistiwa, ada peristiwa alam yang sangat unik dan kami dapat melihat benda-benda bersejarah didalamnya seperti dapat melihat Tugu Khatulistiwa yang asli, dll,jelas sekumpulan mahasiswi Fak. Kehutanan Untan, Rabu (21/03/2012). Tugu Khatulistiwa ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.
            Penulis: Anita (F11409004)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar