Sore
kamis yang cerah mengawali aktifitas sang perantau bernama Sapto. “kiri...kiri...bang!
nah, stop disitu ja’, tongkatkan saja bang.” Ujarnya yang memarkir sepeda motor
para pengunjung Alun-alun Kapuas. Setelah merapikan letak motor di deretan
motor yang lain, si pemilik motor yang ia parkirkan tadi segera membuka jok
motornya dengan maksud menyimpan helm. Si pemilik motor pun tak lupa mengunci
stang motornya. Disaat itu pula Sapto melanjutkan pekerjaannya memarkir sepeda
motor yang lain. Sambil sesekali ia melayani pengunjung yang membeli kacang
bulu rebus. “Kacang bulu, kacang bulu...!” teriaknya ditengah suara mobil dan
sepeda motor yang ramai di pinggir jalan Alun-alun Kapuas itu.
Dialah
Sapto (20). Seorang pemuda yang tangguh yang ingin merasakan suka dukanya
berkuliah. Sudah enam bulan ia bekerja sebagai penjual kacang bulu rebus dan
menjadi tukang parkir di sini. Dengan setianya ia mengatur sepeda motor para
pengunjung tempat hiburan masyarakat kota Pontianak itu dari sore sampai dengan
sepinya pengunjung. Sapto berasal dari Bantul, Jawa Tengah. Ia berada di sini
karena mengikuti ajakan tetangganya. Di sini ia tinggal di gang Kelontan,
Sungai Jawi. Ia berani meninggalkan kampung halamannya dikarenakan janji-janji
yang diberikan tetangganya yang akan memberinya pekerjaan yang layak. Dengan berbekal uang sebesar 500 ribu, ia pun
pergi meninggalkan kampungnya dan ikut bersama tetangganya ke Pontianak ini.
Setelah
sampai di Pontianak ini, ternyata tetangganya itu bekerja sebagai pengangkut
barang pada sebuah toko bangunan di Jeruju. “dari pada aku menganggur, akupun
ikut kerja di toko Indah Bangunan itu.” Katanya.
Gaji
yang ia dapatkan saat bekerja menjadi kuli angkut tidaklah mencukupi
kebutuhannya sehari-hari. “sehari saya dikasi 20 ribu, Mbak. Dicukup-cukupin
saja lah.” Katanya.
Sore
hari sekitar pukul 17.00 WIB, sepulang kerja dari mengangkut barang di toko
Indah Bangunan, ia pun pulang ke rumah, membersihkan diri, kemudian bergegas
menjemput gerobak kacang bulu rebus titipan tetangganya untuk dijual sambil
memarkir sepeda motor pengunjung. “Dari hasil berjualan kacang bulu rebus
biasanya saya bisa mendapatkan 150 ribu
permalamnya. Dari uang segitu saya dikasi 15 ribu sama yang punya dagangan.
Parkir motor ini cuma selingan. Kan ada teman saya yang memang bertugas
memarkir sepeda motor di sini. Saya cuma bantu-bantu saja. Biasanya saya juga
dapat persenannya.” kata Sapto dengan logat Jawanya yang terdengar masih
kental.
Sapto
ingin sekali melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah, tetapi tidak mempunyai
biaya. “Sebenarnya saya ingin kuliah. Tapi orangtua saya tidak punya uang.”
Katanya sambil memarkir motor pengunjung yang baru saja datang.
Ia
merasa malu dengan orangtuanya, karena selama enam bulan ia di Pontianak ini,
ia hanya dapat mengirimkan uang kepada orangtuanya 300 ribu perbulan. “Untuk keperluan
saya di sini saja sebenarnya tidak cukup. Saya rasa lebih baik mengumpulkan
uang untuk saya pulang ke Bantul saja. Di sana saya bisa bantu-bantu orangtua
saya di sawah. Tapi, saya juga bangga, karena di sini saya belajar hidup
mandiri.” Katanya.
Penulis: Hira Wahyuni (F11409016)
SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
BalasHapusDEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<
SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<