Rabu, 18 Juli 2012

MENJADI KULI PENJUAL KACANG BULU REBUS DI PERANTAUAN

Sore kamis yang cerah mengawali aktifitas sang perantau bernama Sapto. “kiri...kiri...bang! nah, stop disitu ja’, tongkatkan saja bang.” Ujarnya yang memarkir sepeda motor para pengunjung Alun-alun Kapuas. Setelah merapikan letak motor di deretan motor yang lain, si pemilik motor yang ia parkirkan tadi segera membuka jok motornya dengan maksud menyimpan helm. Si pemilik motor pun tak lupa mengunci stang motornya. Disaat itu pula Sapto melanjutkan pekerjaannya memarkir sepeda motor yang lain. Sambil sesekali ia melayani pengunjung yang membeli kacang bulu rebus. “Kacang bulu, kacang bulu...!” teriaknya ditengah suara mobil dan sepeda motor yang ramai di pinggir jalan Alun-alun Kapuas itu.
Dialah Sapto (20). Seorang pemuda yang tangguh yang ingin merasakan suka dukanya berkuliah. Sudah enam bulan ia bekerja sebagai penjual kacang bulu rebus dan menjadi tukang parkir di sini. Dengan setianya ia mengatur sepeda motor para pengunjung tempat hiburan masyarakat kota Pontianak itu dari sore sampai dengan sepinya pengunjung. Sapto berasal dari Bantul, Jawa Tengah. Ia berada di sini karena mengikuti ajakan tetangganya. Di sini ia tinggal di gang Kelontan, Sungai Jawi. Ia berani meninggalkan kampung halamannya dikarenakan janji-janji yang diberikan tetangganya yang akan memberinya pekerjaan yang layak.  Dengan berbekal uang sebesar 500 ribu, ia pun pergi meninggalkan kampungnya dan ikut bersama tetangganya  ke Pontianak ini.
Setelah sampai di Pontianak ini, ternyata tetangganya itu bekerja sebagai pengangkut barang pada sebuah toko bangunan di Jeruju. “dari pada aku menganggur, akupun ikut kerja di toko Indah Bangunan itu.” Katanya.
Gaji yang ia dapatkan saat bekerja menjadi kuli angkut tidaklah mencukupi kebutuhannya sehari-hari. “sehari saya dikasi 20 ribu, Mbak. Dicukup-cukupin saja lah.” Katanya.
Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, sepulang kerja dari mengangkut barang di toko Indah Bangunan, ia pun pulang ke rumah, membersihkan diri, kemudian bergegas menjemput gerobak kacang bulu rebus titipan tetangganya untuk dijual sambil memarkir sepeda motor pengunjung. “Dari hasil berjualan kacang bulu rebus biasanya saya bisa mendapatkan  150 ribu permalamnya. Dari uang segitu saya dikasi 15 ribu sama yang punya dagangan. Parkir motor ini cuma selingan. Kan ada teman saya yang memang bertugas memarkir sepeda motor di sini. Saya cuma bantu-bantu saja. Biasanya saya juga dapat persenannya.” kata Sapto dengan logat Jawanya yang terdengar masih kental.
Sapto ingin sekali melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah, tetapi tidak mempunyai biaya. “Sebenarnya saya ingin kuliah. Tapi orangtua saya tidak punya uang.” Katanya sambil memarkir motor pengunjung yang baru saja datang.
Ia merasa malu dengan orangtuanya, karena selama enam bulan ia di Pontianak ini, ia hanya dapat mengirimkan uang kepada orangtuanya 300 ribu perbulan. “Untuk keperluan saya di sini saja sebenarnya tidak cukup. Saya rasa lebih baik mengumpulkan uang untuk saya pulang ke Bantul saja. Di sana saya bisa bantu-bantu orangtua saya di sawah. Tapi, saya juga bangga, karena di sini saya belajar hidup mandiri.” Katanya.
Penulis: Hira Wahyuni (F11409016)

1 komentar:

  1. SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
    HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>AKI KANJENG<=…
    >>>085-320-279-333<<<






    SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
    HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>AKI KANJENG<=…
    >>>085-320-279-333<<<

    BalasHapus