Rabu, 18 Juli 2012

SEORANG PENGUSAHA SUKSES

Kesuksesan lelaki satu ini merupakan bukti dari keseriusannya menjalankan usaha. Meskipun dalam perjalanannya penuh liku dan kucuran keringat. Namun, kini ia menjadi salah satu pedagang sekaligus agen telur yang diperhitungkan di kota Pontianak.
Menjadi orang sukses, apapun impiannya, memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Tentu saja diperlukan mental yang kuat, keuletan juga kesabaran penuh untuk bisa mewujudkan itu semua. Meskipun dalam perjalanannya banyak yang mengalami kegagalan, namun tidak sedikit pula orang yang mampu mencapainya. Bahkan ada yang hanya mengawalinya dengan jenis usaha yang sangat sederhana.
Salah satunya adalah Arman Riyadi, berusia 44 tahun, warga desa Sungai Raya, kecamatan Sei Raya, kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dengan kerja keras dan perjuangannya yang tidak kenal lelah, ia berupaya sekuat tenaga mewujudkan mimpinya itu menjadi pedagang telur yang sukses.
Kiprah bisnis Arman sehingga memilih terjun menjadi pedagang telur berawal pada usia 18 tahun. Waktu itu ia melihat kondisi ekonomi keluarganya morat marit, dalam arti, bisa makan rutin setiap hari itu sudah dianggap lebih dari cukup. Sebagai anak laki laki satu satunya dari dua bersaudara, ia merasa sangat bertanggung jawab atas nasib yang menimpa keluarganya itu. Tak ingin berlama lama menjadi beban orang tuanya, akhirnya, pada tahun 1984, ia pun berhenti bersekolah. Yang ketika itu ia sedang duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Tingkat Atas di Pontianak.
Kondisi itu juga mengundang keprihatinan ayah tiga anak ini. Ia merasa sangat sedih karena harus meninggalkan pendidikannya yang tinggal beberapa bulan lagi. Apalagi ketika ia melihat teman teman seusianya yang begitu mudah menjalani hidup, terkadang ada muncul rasa iri dalam hatinya berkecamuk. Faktor usia yang terbilang masih muda, tak heran jika Arman sempat kebingungan menentukan langkah waktu itu. Ia bingung harus berbuat apa dan harus memulai darimana. Ingin menjadi penggiat usaha, namun ia tidak mempunyai uang sepeserpun dalam genggamannya.
Namun Arman tidak ingin terlalu larut dalam kegundahan itu. Ia mencoba sekuat tenaga mengembalikan dirinya kepada realitas hidup. Ia kamudian sadar, kalau apa yang ia dan keluarganya alami ketika itu bukanlah kutukan, melainkan adalah sebuah peluang dan pintu masuk untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang kuat nantinya. Ia sangat yakin ada harapan di balik itu semua. Sebuah pintu sudah ia temukan meskipun tertutup rapat. Kini, tinggal bagaimana cara ia menemukan kunci yang tepat agar pintu itu dapat dibuka selebar lebarnya.
Arman lantas berpikir keras dan merenung. Dalam perenungan panjang itu, ia kemudian menemukan jalan keluar atas apa yang diinginkannya. Apalagi kalau bukan modal usaha. Dan untuk mensiasati itu, ia pun memutuskan untuk bekerja.
Arman bekerja di sebuah agen telur ayam lumayan besar di kota Pontianak. Namun ia sama sekali belum bisa menemukan gambaran, bidang usaha apa kira kira cocok buat dirinya kelak setelah modal itu terkumpul. Beberapa tahun kemudian, ia pun mulai terbiasa dengan bidang pekerjaan itu. Ia bekerja sekaligus belajar. Mulai bagaimana membedakan telur yang baik dan tidak, sampai perhitungan untung dan ruginya.
“Saat bekerja di agen telur itu lahir bidang usaha yang cocok buat saya. Yaitu bidang usaha yang saya geluti saat ini. Saya pun sedikit demi sedikit mengumpulkan uang dari gaji yang saya terima tiap bulan untuk modal usaha,” ungkap Arman saat ditemui di rumahnya di kompleks perumahan Grya Husada Sungai Raya dalam.
Arman kemudian menikah dengan Kartini, kini berusia 44 tahun. Dan pada tahun 1990 Arman memutuskan berhenti bekerja di agen telur itu. Modal yang terkumpul dinilai masih sangat minim. Ia pun merantau ke Sukabumi Jawa Barat, dan bekerja selama tiga tahun di peternakan ayam telur di kota tersebut. Itu juga merupakan salah satu strateginya untuk belajar lebih banyak lagi mengenai telur
Pada tahun 1994 Arman kembali ke Pontianak. Namun ketika ia akan memulai usahanya, kembali masalah modal menjadi kendala. Modal ia sudah kumpulkan selama sekian tahun bekerja di dua tempat itu terus mengalami penyusutan. Itu dikarenakan Arman sudah memiliki tanggungan yaitu istri dan anak. Sementara saat itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari ia hanya mengandalkan upah sebagai pekerja lepas.
“Sekitar 8 juta rupiah waktu itu. Awalnya saya ragu, tapi karena tekat sudah bulat, akhirnya saya pun memberanikan diri memulai usaha,” tutur Arman.
Uang itu kemudian ia belikan telur pada agen di kota Singkawang. Ada sekitar ribuan telur yang mampu diborongnya waktu itu. Ribuan telur itulah kemudian dijajakkannya sedikit demi sedikit bersama Kartini, menggunakan sepeda.
“Agak kelimpungan juga waktu itu. Berjualan dengan sepeda, belum memiliki pelanggan. Terkadang sampai berhari hari ribuan stok telur itu bertahan. Sehingga sulit mencapai target,” ungkap lelaki berdarah Tiong Hua itu.
Meski demikian, Arman tak lantas patah semangat. Karena sebelum memulai usaha, ia sudah memperhitungkan semuanya. Hasilnya, perlahan tapi pasti, banyak konsumen mulai meliriknya kemudian menjadi pelanggan tetapnya. Namun bukanlah usaha jika tidak ada rintangan. Arman pun mengalaminya pula. Ia menjelaskan, beberapa kali dirinya mengalami kerugian karena ulah konsumen. Mereka sering berhutang kepadanya tapi tidak mau membayar.
“Sering terjadi. Kadang sedih juga kalau ingat waktu itu. Apalagi saya harus membayar kontrakan rumah. Belum lagi makan anak istri. Tapi setelah lama, saya tidak terlalu memperdulikannya. Saya anggap itu adalah bagian dari sebuah proses,” tutur lelaki yang gemar mengenakan celana pendek itu.
Di balik kisah miris Arman Riyadi, ternyata ada juga kejadian lucu yang mewarnai masa masa perjuangannya dulu. Saat ditanya apa itu, ia tertawa renyah. Seakan kejadian itu benar benar menggelitik hatinya. Ia pun kemudian menceritakan kalau ia dan istrinya sering dikejar kejar anjing ketika berjualan menggunakan sepeda.
“Kejadian itu dua kali tepatnya di depan gereja. Saat kami melintas di sana, tiba tiba anjing itu menggonggong dan mengejar kami. Bukan main takutnya. Wajah istri saya sampai pucat. Tapi untung saja saat lari, telur telur dalam keranjang sepeda tidak pecah,” cerita Arman singkat yang peristiwa itu terjadi ketika subuh dan siang hari.
Investasi kerja keras Arman yang dirintisnya dari bawah mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1998 dirinya sudah mampu menyewa sebuah kios kecil lengkap dengan lapak di pasar tradisonal Flamboyan, Pontianak. Dengan biaya sewa 8 juta pertahun. Kios berukuran kira kira 4×3 meter itu digunakan sebagai gudang penyimpanan telur. Sementara lapak digunakan sebagai stand untuk berjualan. Dari situ pula ia dapat menjaring banyak pelanggan.
Kini, Arman tidak saja bertindak sebagai pedagang, tapi juga sudah menjadi salah satu agen telur di kota Pontianak. Dari hasil itu ia sudah memiliki dua buah rumah di kompleks perumahan yang berbeda. Ia juga telah mampu menyelesaikan pendidikan anak pertamanya sampai tingkat sarjana. Sementara anak keduanya tengah menempuh pendidikan di fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, dan masih banyak lagi yang lain yang sudah dapat raihnya. Saat ditanya berapa omset perbulannya, Arman tersenyum. Kemudian ia mengatakan, kurang lebih sekitar 150 juta rupiah perbulan.
“Nilai itu bisa kurang, bisa juga lebih. Karena harga telur di pasar fluktuatif (turun naik). Namun tidak pernah sampai anjlok,” ungkap Arman saat ditemui di lapaknya, di pasar tradisional Flamboyan.
Dalam satu butir telur, Arman mengambil keuntungan 50 rupiah. Memang terdengar sangat kecil. Namun ia mampu menjual habis sekitar 4000 sampai 5000 butir telur perhari. Bahkan pernah bisa sampai 9000 butir perhari. Sekarang ia mempunyai dua lapak atau stand di pasar tradisonal yang berbeda. Masing masing lapak mampu menghabiskan telur dengan jumlah yang sama dalam satu hari, dan itu adalah jumlah telur yang dijual secara eceran kepada konsumen lepas. Untuk pelanggan pelanggan tetapnya, ia menggunakan sistim drop. Jadi sekitar 100 ribu butir telur habis terjual dalam satu hari.
“Itu pada hari hari normal saja. Permintaan pasar dapat naik signifikan pada saat menjelang hari raya. Apalagi bulan depan sudah masuk bulan puasa. Sehingga saya harus menyediakan lebih banyak stok telur lagi di gudang. Karena dari yang sudah sudah, untuk eceran 12 ribu butir telur bisa habis terjual dalam satu hari,” ungkap lelaki yang memulai aktivitasnya dari jam 4 subuh itu.
Ia juga berpesan pada siapa saja yang ingin terjun dalam dunia kewirausahaan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dan itu merupakan prinsip dasar dalam menjalankan usaha. Disiplin waktu, disiplin manajemen dan disiplin administrasi.
“Jangan lupa, perketat juga pengeluaran untuk hal hal yang tidak perlu. Kalau kita masih dalam tahap memulai usaha,” saran Arman, menutup pembicaraan pagi itu.
Demikianlah sedikit pengalaman Arman Riyadi, seorang pedagang telur yang sukses di Pontianak. Semoga dapat menjadi motivasi sebagai pelaku usaha.
         Penulis: Anita (F11409004)

6 komentar:

  1. Supeerrr..... No telfon dan Alamat lengkap beliau boleh lah berbgi...? Boleh lah main ksna ntr.. Belajar wirausaha lgsg dengan beliau....

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
      DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
      HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

      …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

      **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
      1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
      2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
      3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
      4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

      …=>AKI KANJENG<=…
      >>>085-320-279-333<<<






      SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
      DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
      HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

      …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

      **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
      1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
      2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
      3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
      4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

      …=>AKI KANJENG<=…
      >>>085-320-279-333<<<

      Hapus
  2. saya mau melakukan hal yang sama ^_^ salam super www.dharmacomputer.com

    BalasHapus
  3. Butuh telur puyuh, ayam kampung, bebek, dan horn? Telur dari daerah dengan pasokan melimpah dan langsung dari peternakan.
    Call/sms untuk info harga: 082245835719 (UD 17 Rejotangan - Tulungagung Jatim)

    BalasHapus
  4. Nama saya Aditya Aulia saya mengalami trauma keuangan karena saya ditipu dan ditipu oleh banyak perusahaan pinjaman online dan saya pikir tidak ada yang baik bisa keluar dari transaksi online tapi semua keraguan saya segera dibawa untuk beristirahat saat teman saya mengenalkan saya. untuk Ibu pada awalnya saya pikir itu masih akan menjadi permainan bore yang sama saya harus memaksa diri untuk mengikuti semua proses karena mereka sampai pada kejutan terbesar saya setelah memenuhi semua persyaratan karena permintaan oleh proses saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar 350jt di rekening Bank Central Asia (BCA) saya saat saya waspada di telepon saya, saya tidak pernah mempercayainya, agaknya saya bergegas ke Bank untuk memastikan bahwa memang benar ibu kontak sekarang mengalami terobosan pemanasan jantung dalam kehidupan finansial Anda melalui apakah itu atau apakah kamu ingin mengkonfirmasi dari saya? Anda bisa menghubungi saya melalui surat saya: {aditya.aulia139@gmail.com} dan juga Anda bisa menghubungi perusahaan ISKANDAR LESTARI LOAN COMPANY via: {mail:iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}


    WhatsApp:(+44) 7480 729811
    Tel....(+44) 7480 729811
    e_mail:::[aditya.aulia139@gmail.com]
    https://wordpress.com/view/iskandarlestari.wordpress.com
    [iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com]

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum Nama saya Kemala Jayachandra Dari Jakarta selatan Indonesia e-mail: kemalajayachandra438@gmail.com Saya berterima kasih kepada ALLAH untuk membuat kesedihan saya berakhir melalui RYAN CEANIC LOAN FIRM untuk beberapa waktu sekarang perdagangan saya telah turun dan saya telah mencari pinjaman besar untuk meningkatkan perdagangan saya kembali, saya telah ditipu berkali-kali semua janji saya pada pinjaman tetapi mereka selalu menipu dan berbohong kepada saya, jadi saya bertemu RYAN CEANIC dan memberi saya pinjaman Rp 1 miliar (Rp 1.000.000.000), saya hanya melakukan pembayaran untuk asuransi pinjaman dan biaya transfer sebelum pinjaman saya ditransfer ke rekening saya, mereka yang mencari pinjaman harus hati-hati karena 75% dari pinjaman online itu palsu, bagi mereka yang mencari pinjaman harus menghubungi RYAN CEANIC LOAN FIRM adalah 100% peminjam pinjaman online, E-mail: ryanceanicloanfm@protonmail.ch Whatsapps: +4915772501298

    BalasHapus